{"id":1325,"date":"2026-07-23T13:42:24","date_gmt":"2026-07-23T13:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/ragambuku.my.id\/?p=1325"},"modified":"2026-07-23T13:58:27","modified_gmt":"2026-07-23T13:58:27","slug":"emang-ada-buku-tere-liye-yang-membahas-kejaksaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ragambuku.my.id\/?p=1325","title":{"rendered":"EMANG ADA BUKU TERE LIYE YANG MEMBAHAS KEJAKSAAN?"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-media-text is-stacked-on-mobile\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"436\" height=\"300\" src=\"https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-10.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1334 size-full\" srcset=\"https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-10.png 436w, https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-10-300x206.png 300w\" sizes=\"(max-width: 436px) 100vw, 436px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\">BUKU INI LAH JAWABANNYA<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ringkasan Singkat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku <strong><em>Teruslah Bodoh Jangan Pintar-Pintar<\/em><\/strong> merupakan kumpulan tulisan reflektif yang mengajak pembaca melihat makna kehidupan dari sudut pandang yang sederhana namun mendalam. Judulnya bersifat <strong>sindiran<\/strong>, bukan ajakan untuk benar-benar menjadi bodoh. Tere Liye ingin menyampaikan bahwa kepintaran tanpa kerendahan hati, kejujuran, dan kebijaksanaan justru dapat menyesatkan seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Inti Pembahasan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Rendah hati lebih penting daripada merasa paling pintar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengetahuan yang tinggi seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati. Orang yang merasa paling pintar sering kali sulit menerima kritik dan berhenti belajar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Belajar tidak pernah berhenti<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap pengalaman adalah guru. Kesalahan, kegagalan, dan tantangan merupakan bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kesuksesan dibangun oleh karakter<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kejujuran, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan integritas memiliki peran yang lebih besar daripada kecerdasan semata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jangan mudah menghakimi orang lain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap orang memiliki perjuangan hidup yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami keadaan orang lain sebelum memberikan penilaian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Bijak menggunakan ilmu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu bukan untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain, melainkan untuk memberi manfaat dan membantu sesama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pesan Moral<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan utama buku ini adalah bahwa <strong>kebijaksanaan lahir dari kerendahan hati, bukan sekadar kecerdasan<\/strong>. Seseorang yang terus merasa masih perlu belajar akan berkembang lebih jauh dibandingkan orang yang merasa sudah mengetahui segalanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui gaya bahasa yang ringan dan penuh refleksi, Tere Liye mengingatkan bahwa menjadi &#8220;bodoh&#8221; dalam judul buku berarti <strong>tidak sombong atas ilmu yang dimiliki dan selalu membuka diri untuk belajar<\/strong>. Kepintaran sejati bukan diukur dari banyaknya pengetahuan, melainkan dari kemampuan menggunakan ilmu tersebut dengan bijaksana, bermanfaat, dan tetap rendah hati.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-995f960e wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"359\" height=\"557\" src=\"https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1327\" style=\"aspect-ratio:0.6445288896647107;width:355px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-6.png 359w, https:\/\/ragambuku.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-6-193x300.png 193w\" sizes=\"(max-width: 359px) 100vw, 359px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-left alignfull wp-block-paragraph\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-palette-color-4-color\">&#8220;Beri saya hakim yang baik,Sehingga dengan undang-undang yang buruk sekalipun saya bisa membawa keadilan&#8221;<\/mark><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-995f960e wp-block-group-is-layout-flex\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUKU INI LAH JAWABANNYA Ringkasan Singkat Buku Teruslah Bodoh Jangan Pintar-Pintar merupakan kumpulan tulisan reflektif yang mengajak pembaca melihat makna kehidupan dari sudut pandang yang sederhana namun mendalam. Judulnya bersifat sindiran, bukan ajakan untuk benar-benar menjadi bodoh. Tere Liye ingin menyampaikan bahwa kepintaran tanpa kerendahan hati, kejujuran, dan kebijaksanaan justru dapat menyesatkan seseorang. Inti Pembahasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1325","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1325"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1338,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1325\/revisions\/1338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ragambuku.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}