Persahabatan dan Solidaritas: Ikatan erat antarmahasiswa yang memiliki visi sama untuk meruntuhkan ketidakadilan.
Dukacita dan Kehilangan: Menggambarkan kekosongan mendalam yang dirasakan oleh keluarga korban penculikan paksa.
Pengkhianatan dan Penindasan: Realitas kelam tentang kelompok yang menggunakan kekerasan untuk membungkam suara kritis.
Sejarah Kolektif: Diangkat dari kisah nyata para penyintas dan catatan keluarga korban aktivis 1998 agar generasi masa kini tidak melupakan sejarah.
Ulasan tentang buku Laut Bercerita
Novel dengan genre historical fiction ini disajikan dengan bahasa yang indah, tetapi di saat bersamaan juga menyayat hati para pembaca. Dengan membaca novel Laut Bercerita, akan membuka pikiran dan hati pembaca mengenai betapa kejamnya rezim Soeharto pada masa itu.
Meskipun kisah di dalamnya merupakan kisah fiksi, tetapi hal tersebut tidak mengurangi pengalaman pembaca yang tidak hidup pada masa Orde Baru untuk ikut merasakan kengerian dan teror yang dirasakan para mahasiswa dan aktivis. Sebab, novel ini diangkat dari kisah nyata.
Narasi mengenai bagaimana mereka sebagai buronan pemerintah yang diculik, diinterogasi, dan disiksa hingga hilang tanpa jejak disajikan dengan sangat detail sehingga kita sebagai pembaca bisa turut merasakan luka dan trauma yang mereka dapatkan. Tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita terasa begitu nyata.
Tekad dan perjuangan mereka demi perubahan Indonesia, persahabatan yang erat, serta rasa sakit yang mereka tanggung semuanya dapat kita rasakan seolah mereka adalah bagian dari hidup kita. Novel ini dapat menjadi penggerak bagi kita untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah fakta bahwa masih banyak terjadi kasus pelanggaran HAM dan kasus ketidakadilan di Indonesia.
Fakta Unik tentang bukuserta sang penulis
Novel Laut Bercerita sudah diangkat menjadi film pendek dengan disutradai oleh Pritagita Arianegara, diperankan oleh aktor Reza Rahadian yang memerankan tokoh Biru Laut, Ayushita Nugraha memerankan tokoh adik Biru Laut yaitu Asmara Jati, Dian Sastrowardoyo memerankan tokoh kekasih Biru Laut yaitu Ratih Anjani dan beberapa pemeran ternama lainnya seperti Tio Pakusadewo, Aryani Willems, Tanta Ginting, Lukman Sardi dan lainnya.
Penulis memerlukan riset yang cukup lama mulai dari tahun 2013 hingga bisa terbit pada tahun 2017 bulan Oktober.
Walau karya ini fiksi atau novel, tetapi setting atau alur peristiwa ini beberapa ada yang nyata dan penulis melibatkan narasumber asli yang mengalami peristiwa tersebut, baik dari para aktivis yang berhasil selamat dari penangkapan maupun para keluarga korban yang ditinggalkan oleh para aktivis yang hingga saat ini tidak tahu keberadaannya di mana.
Terdapat dua sudut pandang. Pertama, sudut pandang yang di ambil dari Biru Laut yang lebih menceritakan dirinya dan teman-teman aktivisnya. Kedua, sudut pandang Asmara Jati yang menceritakan kesedihan dan kehilangan keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan. Namun, pada awalnya penulis ingin menceritakan sudut pandang dari Biru Laut dan ibunya, keinginan itu batal karena penulis mempunyai alasan tersendiri yaitu “susah sekali karena terlalu sedih, dan penulis butuh anggota keluarga yang menjadi tiang.” maka Amsara Jati-lah yang dijadikan sudut pandang pada novel ini, karena sosok Asmara Jati dinilai lebih kuat dan tangguh dibandingkan dengan sosok yang lain, ungkapan itu dilontarkan pada saat acara bedah buku dan diskusi public novel Laut Bercerita.
Melalui novel ini banyak sekali pembaca menjadi tahu sedikit bagaimana kondisi dan perjalanan sejarah bangsa Indonesia pada masa orde baru. Selain itu, siapapun yang membaca novel ini akan merasakan kesedihan yang teramat dalam dan tentunya dibarengi dengan tetesan air mata, sungguh kisah yang pilu dan menyayat hati.
Dari awal terbit, novel ini sudah memiliki pembaca yang cukup banyak, terhitung sejak bulan juni novel 2022 ini sudah berhasil cetak ulang sebanyak 45 kali, itu terbukti hingga saat ini masih banyak orang yang membeli dan membacanya, tak heran jika novel ini best seller dan selalu berada di rak nomor 1 dalam rentetan novel-novel best seller.
Novel Laut Bercerita terdapat juga versi bahasa asingnya yaitu bahasa Inggris dengan judul “The Sea Speaks His Name” diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 2020 oleh John McGlynn dari Penguin Random House.
Novel Laut Bercerita kini sudah ada versi hard cover dengan cover yang berbeda dari sebelumnya, terdapat banyak ilustrasi dan salah satunya ilustrasi tokoh yang ada di dalam kisah Laut Bercerita.
Leila S Chudori penulis novel Laut Bercerita selain menjadi penulis novel ia juga seorang wartawan, penulis skenario, kontributor dari majalah Tempo dan sudah bekerja di majalah Tempo selama kurang lebih 30 tahun.
Tak hanya Laut Bercerita yang berhasil diterjemahkan ke bahasa asing, ada beberapa karya Leila S. Chudori juga yang diterjemahkan kebahasa asing diantaranya buku cerpen yang berjudul 9 dari Nadira dan Malam Terakhir sedang dalam proses diterjemahkan ke bahasa Inggris dan akan diterbitkan oleh Yayasan Lontas. Cerpen Malam Terakhir juga sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman dengan judul Die Letzte Nacht oleh Horlemman Verlag.