Ketika Crush Rahasia Berubah Menjadi Masalah: Anonymous Crush

Anonymous Crush – HaniiFiah

Alur singkat novelnya

Anonymous Crush karya HaniiFiah bercerita tentang Abeyla Arkiya, seorang gadis yang tanpa sengaja terlibat dalam sebuah hubungan yang berawal dari percakapan anonim di Telegram. Dari yang awalnya hanya sekadar bertukar pesan dengan seseorang yang identitasnya tidak diketahui, Abeyla perlahan mulai merasa nyaman. Percakapan-percakapan kecil itu akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar teman chatting—muncul rasa penasaran, perhatian, dan perasaan yang bahkan Abeyla sendiri sulit untuk akui.

Di tengah kedekatan tersebut, Mahen Karsanjaya hadir sebagai sosok yang membuat kehidupan Abeyla semakin berwarna sekaligus rumit. Abeyla harus berhadapan dengan berbagai pertanyaan tentang siapa sebenarnya orang yang selama ini berbicara dengannya secara anonim, apakah perasaan yang tumbuh itu benar-benar tulus, dan apakah seseorang yang dekat di dunia maya bisa menjadi seseorang yang benar-benar berarti di kehidupan nyata.

Ceritanya banyak bermain di romansa anak muda, hubungan yang bermula dari dunia maya, identitas yang dirahasiakan, rasa penasaran, dan proses seseorang menemukan arti dari perasaan yang awalnya dianggap sepele. Jadi bukan cuma soal “siapa sih orang di balik chat ini?”, tapi juga tentang bagaimana hubungan yang awalnya nggak direncanakan bisa perlahan mengubah cara Abeyla melihat cinta dan orang-orang di sekitarnya.

Detail kecil tentang hubungan mereka

  • Awalnya Abeyla sebenarnya sudah mengagumi Mahen dari jauh. Mahen dikenal sebagai kapten basket di sekolahnya, jadi Abeyla punya bayangan tertentu tentang dia. Ketika mereka ngobrol lewat anonymous chat, Abeyla malah menemukan sisi Mahen yang berbeda dari bayangannya. Justru perbedaan itu yang bikin dia penasaran. 
  • Cara Mahen memperlakukan Abeyla di chat cukup personal. Salah satu detail kecil yang menjadi awal kedekatan mereka adalah Mahen langsung memanggil Abeyla dengan nama “Eyla” setelah mengetahui namanya. Dari percakapan sederhana seperti itu, hubungan mereka mulai terasa lebih akrab.
  • Lucunya, setelah tahu anonymous crush-nya adalah Mahen, Abeyla malah menghindar. Ini bukan kisah “OMG ternyata crush-ku adalah cowok yang aku suka!” lalu langsung jadian. Abeyla justru merasa Mahen yang dia kenal lewat chat tidak sama dengan Mahen yang selama ini dia bayangkan di dunia nyata. 
  • Mahen justru lebih agresif dalam mendekati Abeyla. Beberapa pembaca bahkan menyoroti bahwa Mahen terasa buru-buru ingin bertemu dan proses PDKT mereka berlangsung cepat. Ada review yang menggambarkan Mahen seperti terburu-buru mengejar Abeyla setelah hubungan anonymous mereka mulai terbongkar.
  • Hubungan mereka banyak berangkat dari rasa penasaran. Abeyla awalnya tertarik pada “versi chat” Mahen—seseorang yang terasa berbeda ketika tidak berhadapan langsung dengannya. Jadi ketertarikannya bukan cuma karena Mahen adalah cowok populer di sekolah, tetapi karena dia merasa mengenal sisi Mahen yang tidak semua orang lihat. 
  • Ada unsur tarik-ulur. Abeyla bukan karakter yang dari awal dengan gampang menerima perasaannya. Ada fase ketika dia justru ingin menjauh, sementara Mahen semakin mendekat. Itu yang membuat dinamika mereka terasa seperti Mahen ngejar, Abeyla mikir keras, pembaca ikut geregetan.
  • Neca menjadi gangguan terbesar dalam hubungan mereka. Neca adalah sepupu Abeyla yang juga menyukai Mahen. Jadi ketika Abeyla dan Mahen mulai punya kedekatan, persoalannya bukan lagi sekadar “mereka saling suka atau nggak?”, tetapi juga bagaimana hubungan itu memengaruhi hubungan Abeyla dengan sepupunya sendiri. Neca bahkan digambarkan sebagai sosok yang manipulatif dan berusaha menjatuhkan Abeyla. 
  • Ada momen-momen romantis yang cukup “salting”. Beberapa pembaca memang menyebut novel ini punya banyak bagian yang bisa bikin pembaca salting, meskipun ada juga yang merasa chemistry mereka kurang terasa karena perkembangan hubungan yang terlalu cepat. 
  • Dan yang paling penting, Mahen melihat hubungan mereka bukan sekadar kebetulan. Itu tercermin dari perkataannya bahwa mereka sebaiknya menjalani hubungan tersebut sampai benar-benar “memiliki nama.” Jadi buat Mahen, hubungan yang bermula dari anonymous chat itu akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang layak diperjuangkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *