Phone:
(701)814-6992
Physical address:
6296 Donnelly Plaza
Ratkeville, Bahamas.

Hello, Cello – Nadia Ristivani
Alur cerita novel Hello, Cello
Helga yang Anti-Cinta: Helga adalah seorang mahasiswi sekaligus penulis yang memiliki trauma mendalam terhadap hubungan asmara. Sederet pengalaman disakiti oleh mantan-mantannya membuat hatinya membeku dan memutuskan menutup rapat pintu untuk cinta. Ia juga sering merasa tidak percaya diri (insecure).
Cello Si “Buaya Kampus”: Di sisi lain, ada Marcello Este (Cello), mahasiswa populer yang lekat dengan julukan playboy atau buaya kampus karena sering dekat dengan banyak perempuan.
Salah Sasaran Pesan: Cerita unik bermula ketika Cello tidak sengaja mengirimkan pesan kepada Helga. Niat awal Cello sebenarnya ingin mendekati teman Helga yang bernama Una (gadis populer di kampus).
Benih-Benih Kedekatan: Usaha Cello untuk mendekati Una justru gagal. Sebaliknya, interaksi spontan, respons ketus, dan kepribadian Helga yang unik membuat Cello justru merasa penasaran. Mereka mulai sering bertukar pesan—mulai dari membahas tugas, takut hantu, hingga obrolan ringan lainnya.
Keraguan Helga: Meskipun Cello kerap memberikan perhatian khusus (seperti menemani dan membantu Helga), Helga tetap sulit percaya. Ia menganggap semua perhatian Cello hanyalah hal biasa yang biasa diberikan kepada banyak perempuan lain.
Perubahan Diri: Hubungan mereka tidak sekadar romansa remaja biasa. Keduanya dihadapkan pada rintangan dari dalam diri sendiri. Cello berusaha melepaskan imej playboy-nya dan membuktikan keseriusannya, sementara Helga berjuang melawan rasa insecure untuk belajar mencintai dirinya sendiri sebelum mencintai orang lain.
Hubungan mereka diuji oleh waktu, kesibukan dunia kuliah, jarak, serta keraguan batin yang belum sepenuhnya tuntas. Ada fase di mana keduanya harus berjarak dan fokus pada jalan hidup masing-masing untuk melakukan pemulihan emosional secara mandiri.
Babak Baru: Setelah melalui proses pendewasaan diri dan waktu berpisah (sekitar empat tahun kemudian dalam linimasa cerita), Cello dan Helga akhirnya dipertemukan kembali.
Keduanya hadir sebagai pribadi yang jauh lebih matang, stabil secara emosional, dan siap untuk saling mengisi. Novel ditutup dengan akhir yang optimis bahwa cinta yang sehat tumbuh dari dua orang yang mau berproses dan utuh dengan diri mereka sendiri.
tokoh utama dan pendukung dalam novel “Hello, Cello” karya Nadia Ristivani
Helga (Helga Azzahra)
Karakter: Seorang mahasiswi yang juga hobi menulis cerita. Ia memiliki sifat yang cenderung tertutup, realistis, dan tampak dingin karena memegang prinsip anti-cinta. Di balik ketus dan cueknya sikapnya, Helga menyimpan luka dan trauma mendalam akibat pengalaman masa lalu yang membuatnya kesulitan percaya pada orang lain.
Marcello Este (Cello)
Karakter: Mahasiswa populer di kampus yang sering dijuluki sebagai playboy atau “buaya kampus”. Cello terkenal ramah, suka menggoda, dan pandai bergaul. Namun, di balik imej santainya, Cello sebenarnya memiliki ketulusan, kesabaran yang luar biasa, dan perhatian yang dalam ketika ia benar-benar menyukai seseorang.
Una
Teman dekat Helga di kampus yang awalnya menjadi target sasaran awal pesan dari Cello sebelum hubungan Cello dan Helga mulai terjalin.
Tokoh-tokoh Pendukung Lainnya
Teman-teman kuliah dan lingkaran pertemanan Helga maupun Cello yang turut mewarnai dinamika kehidupan kampus serta memberi dukungan terhadap perjalanan emosional kedua tokoh utama.