Phone:
(701)814-6992
Physical address:
6296 Donnelly Plaza
Ratkeville, Bahamas.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah buku yang mengajak pembacanya melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Mark Manson tidak menawarkan kehidupan yang selalu positif atau mengatakan bahwa kita harus terus merasa bahagia. Sebaliknya, ia mengajak kita menerima bahwa hidup memang memiliki masalah, kegagalan, kekecewaan, dan hal-hal yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
Hal yang menarik dari buku ini adalah gagasan bahwa kita tidak mungkin peduli terhadap segala sesuatu. Waktu, energi, dan perhatian kita terbatas. Karena itu, kita perlu memilih apa yang memang layak untuk dipedulikan. Bersikap “bodo amat” dalam buku ini bukan berarti menjadi orang yang tidak memiliki kepedulian, melainkan belajar melepaskan hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi kehidupan kita.
Mark Manson juga banyak membahas tentang bagaimana keinginan untuk selalu terlihat baik, sukses, dan sempurna justru dapat membuat seseorang semakin tertekan. Kita sering membandingkan diri dengan orang lain dan merasa harus memenuhi standar tertentu agar dianggap berhasil. Buku ini mengingatkan bahwa menerima kekurangan dan menghadapi kenyataan dengan jujur justru dapat membuat kita lebih bebas.
Salah satu bagian yang paling terasa relevan adalah tentang memilih masalah yang ingin kita hadapi. Hidup tidak akan pernah benar-benar bebas dari masalah. Ketika satu masalah selesai, masalah lain mungkin muncul. Yang dapat kita pilih adalah masalah mana yang memang sepadan dengan waktu, tenaga, dan perjuangan kita.
Secara keseluruhan, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat merupakan buku yang cocok bagi pembaca yang sedang merasa terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain, mengejar kesempurnaan, atau merasa harus selalu memiliki kehidupan yang ideal. Gaya penulisannya yang lugas, santai, dan terkadang provokatif membuat gagasan-gagasannya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Buku ini bukan tentang belajar untuk tidak peduli. Justru sebaliknya, buku ini mengajarkan kita untuk lebih selektif dalam menentukan apa yang pantas mendapatkan kepedulian kita. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang membuat semua orang menyukai kita, melainkan tentang mengetahui apa yang benar-benar penting dan berani menerimanya.